Showing posts with label puisi cinta. Show all posts
Showing posts with label puisi cinta. Show all posts

Monday, May 6, 2013

Tiga Hal yang Selalu Ada


Dulu di tempat ini,
tiga hal yang selalu bersama,
aku, kamu, dan cinta kita...

Dulu di ruang ini,
tiga hal yang kita kerjakan bersama,
mencintai, mengasihi, dan menyayangi...

Dulu di sudut ini,
tiga hal yang aku pikirkan,
membayangimu, memimpikanmu, dan merindukanmu...

Saat itu di tempat yang aku impikan,
tiga kata yang aku sampaikan padamu,
aku cinta kamu...

Saat itu pada kenangan yang kita ciptakan,
kita berjanji akan tiga permintaan,
selalu mencintai, selalu menyayangi, hanya ada aku dan kamu selamanya...

Kini pada hari yang kita nantikan,
kita menjadi tiga kesatuan yang kita dambakan,
aku, kamu, dan anak kita...

Love you, cinta kamu...

Wednesday, December 12, 2012

Seribu Langkah

Aku mulai melangkah
merangkak setapak demi setapak
aku tersendat
aku terhalang

aku mulai melangkah lagi
beranjak mencoba berdiri
aku tertatih
aku terjatuh

aku melangkah lagi dan lagi
perlahan berlari mengikuti bayangan
aku tersandung
aku terjatuh lagi

aku melangkah untuk keseribu kalinya
aku pernah jatuh
aku coba bangkit kembali
dan aku terus melangkah menuju hatimu

Sunday, November 4, 2012

Puisi Untukmu


Aku berjalan dalam lingkaran hidup
aku mengenal duka,
aku mengenal suka

berjalan seperti bayi,
berlari dalam usia senja
aku mengenal separuh hidupku

yang berlalu dan terlewati hanya menjadi abu
tergerus waktu, termakan cerita

kini aku mengerti kehidupan
dimana ada cinta,
dimana ada kasih,
dimana ada benci

aku mengenalmu, dirimu yang utuh
ku tak lagi berjalan, aku enggan 'tuk berlari
ku temukan cinta dalam hatiku
dan itu adalah dirimu yang utuh

aku ingin separuh kehidupanku bersama denganmu
dalam suka dan duka kita bersama
dalam ikatan atas nama aku dan kamu
selama-lamanya

Cinta Adalah Cinta


Aku tak mengerti cinta
tak ada rumus, tak ada logika
indahnya terasa menyejukkan
tak kelak pahit terasa di ujung

aku masih di sini dengan cintaku
sayang kau tiada di sampingku

aku ingin melihatmu,
mendekapmu,
bercumbu denganmu

mungkin aku tiada dihatimu
mungkin kau tiada inginkanku
rasa ini bertahan di sini
menyakitkan, menyedihkan

sebuah jawaban untuk rasa in
hanya kamu, inginkanmu
di sampingmu selamanya
hingga air matamu tertumpah untukku

Thursday, October 25, 2012

Untuk Bintangku

Di sana langit biru memayungiku
di sana awan-awan putih meneduhiku
di sana masih bercahaya
di sana dingin memanggilku

hari itu matahari mungkin mulai terlelap
hari itu langit biru menangis kencang
tiada henti berjatuhan
tiada henti bertaburan

dingin semakin menusuk tulang-tulangku
tak lagi kukenal langit biru
tak lagi seperti dahulu
saat semua menjadi satu

jika nanti aku tiada melihat mentari
izinkan aku berada pada tempat terindah
jika nanti langit biru tersenyum
ku titipkan pesan rindu pada bintangku

Tuesday, October 23, 2012

Cintaku, Kamu

Aku mencintaimu
aku mengagumimu
dengan keseluruhan dirimu
dengan keutuhan jiwamu

aku seperti batang mawar
yang takkan imbang tanpamu sebagai kelopaknya
aku bagaikan dunia
yang takkan terang tanpamu bagai sang matahari

aku bukanlah pangeran yang kau impikan
namun kaulah ratu dihatiku
aku bukanlah penyair bertangan dingin
karna kaulah isi dalam syairku

hatiku berhenti di kamu
hal terindah yang pernah ku rasa
meski ku tahu kau memiliki hati yang lain
namun cintaku tetap di kamu

Thursday, September 13, 2012

Untuk Seseorang

Jika ku tak berujung denganmu
pastikan kau dihatiku
jika ku tak di sampingmu
izinkan aku merindumu

aku bukan bulan purnama
aku juga bukan matahari
menyinarimu sepanjang hari
menemanimu disetiap waktu

masih ku dengarkan lagu itu
tentang cinta dalam sebuah irama
masih kuingat sajak itu
tentang cinta dalam deretan rima

jika kita tak berakhir dipelaminan
belum cukup untukku mengenalmu
jika kita diizinkan bersatu
cukup cinta ini terkirim padamu

walau terasa perih dan hati terluka
aku tetap suka
aku tetap mencintamu
hingga dikehidupan yang baru
aku menantimu


Sunday, June 24, 2012

Tak Sebatas Kata(maaf)

Kutemukan potret wajahmu
dalam kenangan album lama
kusam dan penuh debu
penuh cerita yang terhenti

tak semudah ini
tak secepat ini

tak cukup menuangkannya
kembali dalam ingatan semu
tak bisa menampungnya lagi
dalam wadah kekesalanmu

terbatas kata dan waktu
terbatas sebuah cerita

kata maaf mungkin tak cukup
mengusap air mata yang tertumpah
kata maaf mungkin tak cukup
menghapuskan sisa amarah yang terbenam

meski kini kau disana
meski telah jauh berjarak
kukirimkan sepatah kata
kata maaf yang mungkin tak terbalas

Saturday, June 23, 2012

Lebih Dari Rasa

Tak semestinya ku berlari
dari indahnya matamu
tak seharusnya ku merasa benci
dari manisnya bibirmu

ku temui pelangi
ku datangi matahari
ku hinggapi rembulan
tak ada yang seindah dirimu

terlalu bodoh aku pungkiri
kata hati yang jujur ini
terlalu naif kusadari
keindahanmu selama ini

tak ada kata seindah mutiara
tak ada tulisan seindah berlian
tak ada lagi yang bisa aku ungkapkan
selain kata sayang dan cinta

Kota Kecil

Kau tatapkan indah matamu
pada lamunan senjaku
kau tunjukkan manis senyummu
pada kota kecil hatiku

lihat separuh hati ini
kosong tanpa bunga yang tumbuh
buka seluruh jiwa ini
isilah dengan separuh hatimu

berikan aku nafas pagimu
berikan aku kehidupanmu
bangunkan tiang-tiang penyangga
dan hinggapi hingga akhir nanti

meski langit mendung
meski awan menghitam
aku tetap disini
aku tetap untukmu

Saturday, May 26, 2012

Bukan Aku

Seperti halnya rembulan
seperti halnya matahari
tentram dan abadi

kaktus yang selalu kering
kaktus yang penuh duri

terka aku sebisamu
cengkram aku sekuatmu
karna itu bukanlah diriku
karna itu hanyalah anganku

tanya pada dinding yang lebam
tanya pada pintu yang kusam
siapakah hal itu
siapakah diri itu

dan bukan diriku
bukan aku
itu bukanlah diriku

Saturday, April 28, 2012

Bersamamu

Berdiri di sini menanti
bersandar dalam peluh
terlelap dalam waktu

rebahkan dirimu dalam pundakku
habiskan detik yang berganti hari
tak jemu ku belai rambutmu
tak rela kulepaskan jemari

aku tahu kau tak sendiri
di sana ada matahari melindungimu
tapi kutahu kau tetap bintangku
disetiap malam terangi hati

asa yang harapkanmu selalu
ada dalam sisi-sisiku
meski angan tak bisa kuraih
ku tak lelah tuk tertatih

senyum ini masih setia
menantimu tertawa bersama
denganku di sini
dengan pundak ini

Sunday, April 1, 2012

Dan Dia

Nafas terhela pagi ini
pelangi masih setia di langit sana
rintik hujan belum mengering di sini
sisakan cerita sebelumnya

letakkan aku pada singgasanamu
di ujung jembatan hatimu
berikan aku titik itu lagi
meski raga takkan kembali

masih hati ini untukmu
terbelah dalam dan tergurat

di sana engkau memeluknya
harapkan kisah abadi
di sini aku masih inginkannya
wujudkan cerita-cerita mimpi

Tuesday, February 14, 2012

14 Februari Ini

Aku hidup dalam dunia hijau
beratapkan biru dan jingga
bernafaskan putih dan hitam
berlandaskan kasih dan sayang

enggan kukatakan ranting patah
enggan kuucapkan langit mendung
hanya karena hari ini indah
hanya karena cinta tak terbendung

tak ada mawar yang datang
tak ada melati yang hinggap
saat semua merasakan bahagia
saat semua ucapkan rasa cinta

hari ini langit berhiaskan merah muda
bulan tersenyum hangat menyapanya
bintang hadir temani dinginnya cinta
dan malam lengkapi indahnya cinta

Wednesday, January 25, 2012

Hati Bicara

Tubuh mungil menjejaki hati
pancaran matanya gugahkan hati
bersemanyam dalam lubuk hati terdalam
mengetuk pintu hati yang terkunci terkubur dalam

biarkan ia berbicara pada hati ini
biarkan ia masuk kedalam jiwa ini
biarkan ia tinggal di sini selamanya
izinkan aku slalu tersenyum untuk hatinya

entah karang akan selalu keras
entah ombak akan selalu deras
jika hanya asa yang menyikapi
jika hanya raga yang tergapai

tak mudah meyisir air hujan
tak mudah menelan harapan
hanya ketika mimpi itu ada
hanya ketika angan itu berada

Sunday, January 15, 2012

Jembatan Hati

Melewati pagi berembun
menyisakan dingin tubuh
melihat jalan ku tertegun
meski waktu masih subuh

sisa hujan semalam masih tergenang
basahi telapak kaki ku tenang
menelusuri waktu menuju tempat itu
untuk duduk dan bersandar di situ

nafas pagi menyentuh tubuh
menemaniku di kala subuh
bawa aku menuju peristirahatan
menunggangi pagi menuju jembatan

di ujung sana kau menunggu
di sisi ini aku menanti ragu
untuk menyeberanginya ke sana
untuk merangkulnya bersama

hati yang terisi pernah hilang
untuk sejenak meratapi hari
yang hilang terbakar hari
tak pernah berharap untuk terbang

menangkapnya dan memilikinya
memberi sedikit pilu hatinya
drama kehidupan terjadi kembali
meski kisah tak pernah bisa kembali

Sunday, January 8, 2012

Malam Hebat

Sejuta warna pelangi di langit
seribu mawar di halaman itu
sejuta detik waktu yang beralu
membawa aku menuju pulau terasing

lantunan sajak penuh arti
alunan lirik penuh makna
jangan biarkan ini berakhir
hanya untuk merasakan sebuah harap

nada piano hanyutkan lara
alunan biola sejukkan dera
sesaat terlelap
sesaat memimpikan

segala ruang tersudut
segala jari terikat
untuk memikirkan asap
untuk mengusir malam

aku tak sehebat penyair
aku tak sepandai sang ilmuan
akulah diriku
akulah yang terlihat

Friday, January 6, 2012

Hujan Kenangan

Langit mengundang hitam
menjadikannya gelap gulita
menyisihkan rintik-rintik cerita
mengungkap dera tangis kelam

duduk tersudut menunggunya
menanti ketika ia tiba
bersama melihat hijaunya
menatapnya punuh iba

melihatmu tanpa bisa merasakan
membutuhkanmu tanpa bisa memiliki
menyentuhmu jauh inginkan
menatapmu jauh mendaki

biarkan setapak genangan mengalir
membentuk segenggam kenangan terukir
biarkan hujan melukiskan kenangan
ada di sana bersama sebuah karangan

hujan membekaskan cerita
hujan mengalirkan wajahmu
terkenanglah cerita
bersama dirimu

Tuesday, December 27, 2011

Cantik

Apalah arti mawar jika tak berduri
apa guna kelopak jika layu
aku tak sanggup untuk berdiri
aku tlah tertusuk keindahanmu

menghirup tiap hilir aroma tubuhmu
memasuki bayang yang terbayang
mengagumi tiap lekuk tubuhmu
menidurkanku lelap dan melayang

bulir air yang menetes
laksana surga sang bidadari
dingin sikapmu bekukan emas
mengetuk titik lembut tak berlari

pujangga hati malam terusik
menari-nari bayangan berbisik
menyiratkan keindahan artistik
mengucapkan pagi untuk cantik

Thursday, December 8, 2011

Merindumu

Terlelap mimpikan semua
mimpi yang tak pudar
mimpi sepanjang malam
meski hanya tergores luka

sang penyair malam berjalan sendiri
dalam ruang yang terbatas pada tahta itu
ia senyumkan pada mata yang tertuju
sang bidadari yang menepi memandangnya

tak sepatah kata terucap
tak seketika untuk menyapa
saat lentera mulai redup

bayang abadi pada mimpi terindah
membekas luka pada ingatan
perih dan pedih tak berujung
ketika terbangun oleh mimpi semalam